Search This Blog

Friday, June 1, 2012

disneyland park!


Disneyland Paris! (Part 1)

Posted on  
Day 2: Disneyland Paris!
kata siapa umur 20 tahun terlalu tua untuk main ke Disneyland? :P hhehe *menghibur diri*
yap! hari kedua di Paris, didedikasikan khusus untuk Disneyland! *woot..woot*
semangat banget hari itu, cuaca yang masi berkabut tidak mematahkan semangat Saya, Yudis dan Katherin untuk pergi kesana..
perjalanan dimulai jam 08. 15, keluar hostel untuk menuju stasiun metro “Volentaires”. Pas lagi jalan.. saya iseng ngecheck digicam, ehh.. batereinya masih ketinggalan dong di kamar! lupa di pasang lagi gara2 abis di charge.
graaorr.. akhirnya saya lari balik lagi ke hostel.
setelah kembali ngecheck bahwa ngga’ ada yang ketinggalan.. kami pun kembali melanjutkan perjalanan.
dari stasiun “Volentaires” saya lupa berhenti dimana gituu.. trus pindah metro “RER (A)” menuju Paris Disneyland, tenang aja jangan takut tersesat disini rute menuju Disneyland dengan jelas tertulis dan ada lambang mickey di sampingnya. :D
oiya, tiket naik RER (A) waktu itu seharga €7
disneyland here i come!
on the way Disneyland
perjalanan dari ke RER (A) sekitar 47 menit. begitu sampai langsung disambut dengan gate Disneyland! Yihaaaaa!
di Disneyland Paris, ada dua Park. yang pertama, Disneyland Park yang keduaWalt Disney Studios Park.
Tips: Biar lebih murah, hemat waktu (karena ngga’ usah antri) lebih baik beli ticket online jauh-jauh hari. coba check ke : Disneyland Paris. Waktu itu saya beli, Magic Ticket (1 hari, 2 Park) seharga 60 euro.
Destination 1: Disneyland Park
in front of Disneyland Park
there's never too late, to enjoy disneyland :P
Di disneyland Park, terbagi atas 4 lands; Main Street, U.S.A., Frontierland, Fantasyland and Discoveryland.. Oiya, Wajib hukumnya untuk mengambil peta gratisan yang ada di sekitar gate di bagian depan park hehe biar ga tersesat dan ga kelewatan permainan-permainan seru. Peta ini selain ada yang bahasa Perancis, ada juga kok English version-nya, jadi aman.. :D
a. Main Street, USA
nah disini kita bisa ketemu City Hall! dan beberapa Disneyland Shop. Saya jadi kangen tahun 2009 yg lalu, sempet ke Disneyland bareng Papa Mama dan Mba’ Ghia.. take a look the differences between City Hall Disneyland HK and Disneyland Paris! :D
Me-Mom-Dad Disneyland HK
City Hall, Disneyland Paris
b. Discoveryland
Nah tour de Disneyland kami dimulai dari kanan…ke kiri, dan letak land yang di kanan ialah Discoveryland.
1. Buzz Lightyear Laser Blast
permainan ini rada garing sih.. kita masuk ke dalam sebuah ruangan, naik kereta duduk berdua, trus di depan kita ada pistol laser, nah nanti kereta-nya jalan trus kita nembak2in deh penjahatnya.. kalo kena nanti kita dapet poin. udah gitu aja hahaha sedih!
2. Autopia
sayangnya wahana permainan ini lagi underconstruction, jadi saya foto-foto didepan aja :P
Autopia
3. Astro Orbitor
saya ngga’ naik sih, abis kayaknya garing aja cuma naik turun gitu.. :P
4. Space Mountain: Mission 2
ini nih baru seru! wajib dicoba! roller coaster! ngantrinya alhamdulillah ngga’ lama..begitu naik bener2 bikin jantung mau copot hhehe tapi sayangnya kurang lama :P pingin naik lagi.. but we have to go.. masi banyak wahana yang menanti buat di cobain :D
5. Star Tours
Nah kalo ini kita masuk ke wahana yang di adopsi langsung dari film Star Wars (pada dasarnya, saya ngga’ pernah nonton film Star Wars jadi ngga’ ngerti hehehe). Senengnya disini ngga’ ngantri terlalu lama 5-10 menit. Wahana ini ‘agak’ garing juga.. soalnya video yang ditampilkan di layar udah jadul (jaman dulu) banget gitu.. jadi ngga’ kerasa sisi ‘high-tech’-nya hehehe
but yaaa.. not bad.. kita di dalam suatu ruangan duduk, pake safety belt, dan diajak melihat luar angkasa.. :)
6. Captain EO 
di Discoveryland juga ada captain EO.. film 3D science fiction yang diperankan oleh MJ.. tapi saya dan temen-temen ngga’ nonton, cuma lewat aja :P
7. Videopolis
Diakhir perjalanan abis muter2, di tempat ini saya dan teman-teman late lunch (around 2.30 p.m).
my lunch!
enak deh makan disini suasana-nya nyaman, tempat duduk-nya banyaak! oiya, 1 porsi lunch saya 9.99 euro. sambil makan, kita juga ditemani performance mini orchestra (kali ya?) dari beberapa bapak-bapak..dan karena udah mau deket christmas lagu-lagu yang dibawakan juga lagu-lagu christmas.. :D
b. Fantasyland 
ngga’ terlalu banyak yang bisa di ajak main di fantasyland, mungkin karena disini permainan lebih untuk anak kecil dan beberapa juga lagi underconstruction. yang jelas, disini saya sempet ngantri hampir 45 menit buat foto bareng snow white :D
In front of Sleeping Beauty Castle
sambil ngantri buat foto bareng..
finally meet her
ngomong-ngomong, kayaknya Snow White yang satu itu begitu menjiwai perannya lohh.. kan ceritanya saya mau foto.. trus sebelum foto dia sempet bilang.. “it makes your ears warmer..” (dengan logat khas princess) sambil nunjuk ke earmuffs saya hhihihi lucu deh!
1. Peter Pan’s Flight 
sayang banget saya ngga’ kesini..soalnya antriannya paraaah.. dan saya dikejar waktu karena masih ada 1 park yang belum di datengin.. yaaaaaa.. di ikhlas-kan saja.. btw, ini termasuk wahana “must seen!” jadi jangan lupa sempatkan ke wahanna ini kalo ke Disneyland Paris yaa!
c. Adventureland
wohooooo! ini baru wahana terseru (isinya banyak roller coaster) hehehe
1. Indiana Jones et le Temple du Péril
Roller Coaster ini type roller coaster yang outdoor :D senengnya disini ga ngantri lama..
2. Pirates of the Caribbean
wahana ini.. hmm..cocok kali yah buat anak-anak.. isinya kita naik kereta kayak menyusuri sungai gitu.. dan ngeliat harta karun, gelap-gelap walaupun rada horor sih banyak tengkorak-tengkorak. Oiya, kalo kita makan di salah satu resto di sebelah wahana ini sambil makan kita bisa ngeliat kereta2 ini lewat.. :)
Pirates of the Caribbean!
3. La Cabane des Robinso (Swiss Family Treehouse)
hmm.. intinya ini adalah rumah pohon, yang diatasnya ada jembatan kayu.. saya cuma liat dari jauh aja dan gak sempet masuk ke dalam (running out of time!) :(
d. Frontierland
lanjut ke land yang lain..
1. Big Thunder Mountain
hmm.. i have to say.. ini mini-roller coaster kali ya? ngga’ terlalu cepet, tapi lebih lama dibandingkan wahana roller coaster lainnya :) kalau antriannya gak panjang, boleh dicoba :)
i guess.. behind me was Big Thunder Mountain
2. Phantom Manor
kalo di Taman Safari mungkin ini namanya rumah hantu :P pas pertama kami masuk ke dalam rumah-nya, di giring ke dalam suatu ruangan. diruangan ini sambil berdiri, di ceritain tentang sejarah-nya (i guess) but unfortunately, there’s no english for this session.. bahasa perancis donggg! yaa.. saya cuma mengangguk ngangguk tanda tak mengerti sajaa :P
Phantom Manor
nunggu mau naik kereta :)
setelah itu, kita jalan teruuuuss dan ketemu kereta-kereta lagi.. isinya untuk dua orang :) alih-alih takut sama rumah hantu, saya dan temen-temen malah takjub sama teknologi yang ada didalamnya.. seru deh ada yang dansa2 gitu di ballroom tapi abis itu ngilang, trus ada lagi..trus ngilang :P
tenang aja.. di rumah hantu ini ngga’ ada kain putih yang lewat, atau pocong yang tiba2 menghampiri :P
3. Mark Twain Riverboat
nah di Frontierland kita juga bisa naik boat.. warna putih yang megah.. menyusuri sungai.. but lagi-lagi karna dikejar waktu dan rasa lapar (nunggu boat selanjutnya saat itu harus 20 menit).. kita menikmati boatnya dari jauh aja :P
selesei dehh.. jalan2 di Disneyland Park :D selanjutnya kami menuju… Walt Disney Studios Park! :D
bye-bye disneyland park!
to be continued..

ke Disneyland Paris


Jalan-jalan ke Disneyland Paris

Gate Disneyland Park, Paris
Disneyland Paris. Tahun kemarin kali ketiga aku kembali kesana. Yang pertama kali saat masih menjabat sebagai mahasiswa pelancong, yang kedua dan ketiga sudah naik jabatan jadi Mommy of Two. Udah mahasiswa tua masih demen maen? Ya iyalah, karena yang ditawarkan di Disneyland bukan cuma permainannya, tapi juga experience the theme dan live show attraction. Tapi bagiku yang menarik sekali terutama adalah experience. Dibesarkan dengan menonton Mickey Mouse dkk, Sleeping Beauty, Snow White dan many fairy tales ala Disney, masak sih ga menarik bagiku yang udah tidak anak2 ini masih suka ama fairy tales. So, it's like reliving your old child dreams, bisa berada diantara tokoh2 fiksi yang lucu2 itu.



Sebelum berangkat, aku sudah lebih dulu membeli tiket secara online di website Disneyland Paris, karena jatuhnya lebih murah 15%. Tiket yang dipilih adalah Magic Hopper, dimana kita bisa berpindah-pindah sesuka hati diantara dua park. Anak mulai umur 3 tahun membayar  sekitar 80% dari harga tiket dewasa. Ga bisa boong, soalnya karena tiket online, kertas yang kita print langsung dari rumah berlaku sebagai tiket. Jadi selain tiket ga boleh rusak, kita harus menunjukkan paspor/tanda pengenal saat masuk. Sekedar info, tiket online yang kubeli ini berlaku 6 bulan dari tanggal beli, jadi, rencanakan dengan baik kalau mau pergi kesini. Karena setiap awal April dan November harga akan naik. Kebetulan aku beli tiket selalu sebelum harga baru berlaku, dan datang setelah harga naik.
Untuk mencapai Disneyland yang tempatnya tidak pas di tengah kota Paris ini, tepatnya di Marne le Valle, salah satu kota satelitnya Paris, kita bisa naik kereta RER A dari tengah kota Paris, atau naik mobil sendiri, dengan biaya parkir saat itu (2011) EUR 15. Naik RER A, juga tidak bisa dibilang murah, dari tengah kota PAris, untuk 2 adults 1 anak di atas 3 tahun, kita harus mengeluarkan sekitar 35eur bolak balik. Kemarin kami menginap di hotel di Val d'Europe. Bolak balik kami menghabiskan sekitar 8-10 euro ber 3.

Disneyland Paris mempunyai 2 theme park, Disneyland; park yang lebih besar dengan isinya semua permainan  ala Disney dan tempat live show serta parade tokoh Disney. Lalu ada Walt Disney Studio Park, park yang lebih kecil dengan theme film-film Disney dan ada studio2 yang mempertunjukkan cara pembuatan film atau live on stage TV series Disney.

Belle's Village (Beauty n the Beast) - Disneyland Park

Adventureland - Disneyland Park
Sleeping Beauty's Castle - At night in winter
Di Disneyland begitu banyak atraksi yang menarik bagi "children of all ages". Sewaktu mahasiswa, semua bisa diputerin dari naik kapal, jet coaster, rumah hantu sampe nonton 3D. Tapi saat bawa ekor 2 biji gini harus dipikirin kemana duluan dan yang mana aja. Ternyata dikasih petunjuk loh di websitenya. Sebaiknya kalo punya toddler kita ke bagian Fantasyland, dimana disana banyak mainan untuk anak2. Seperti Flying Dumbo, Peter Pan, Alice's Maze, Mad Hatter's Cup dsb. Untuk mencari Fantasyland ga perlu pusing, tinggal cari the main castle disitu, Sleeping Beauty's castle. Terletak tepat di tengah Disneyland Park, melihatnya saja sudah membawaku dreaming lagi ke masa kecil saat termehek2 kalau mendengar Sleeping Beauty'nya Tschaikovsky.

Selain itu juga banyak untuk atraksi anak yang lebih besar dan juga dewasa, seperti Haunted House, Indiana Jones dan Discovery Roller coaster. Karena Disneyland terbagi dalam beberapa World, jangan sampai ketinggalan peta yang banyak dibagikan pintu depan dalam berbagai bahasa (tapi ga ada Indonesia siiih). Punya pegangan peta dan time guide, bisa menghemat waktu kita untuk mengunjungi tempat mana yang mau didatangi duluan, dan kapan saja ada show dan dimana tempatnya.

My Screaming Monsters - Walt Disney Studio
Cars - Walt Disney Studios
Sementara di Walt Disney Studio, yang ukuran parknya lebih kecil, themenya adalah kita seperti berada di belakang panggung. Naik karpet terbang di Agrabah, dengan Genie sebagai sutradara, terus interactive show dengan Disney Junior dan Lilo n Stitch. Juga naik Cars yg diputar. Bahkan roller coaster indoornya ceritanya kita lagi berada dalam movie studio.

Kalau punya baby, disini banyak service yang memudahkan. Seperti ada pnyewaan stroller, ada juga baby switch service, jadi kalau mau naik, gantian bapaknya duluan naik, ibu and baby nunggu. Trus gantian ibu yg naik, bapak yg nunggu, tanpa perlu ngantri lagi. Ada juga fasilitas Fast Pass yang dikira bayar taunya free. Kita ambil tiket duluan di suatu atraksi, lalu kembali lagi di waktu yang ditetapkan dalam tiket Fast Pass. Sementara nunggu, bisa maen di tempat lain yang lebih sepi. Lumayan kan cutting queuing timenya.
Live Show - Disney Princesses
Pada jam tertentu ada acara live show di panggung utama di Disneyland, tergantung theme of the seasonnya apa. Jangan pulang sampai sebelum jam tutup. Karena tepat pada saat closing time, ada Parade Bintang Disney. Nah ini yang ditunggu. Kami kebetulan dapat kebagian pas summer dan pas winter. Ternyata bagus loh pas winter karena ada parade Fantillusion. Kereta hiasnya semua pake lampu, park dipadamkan semua. Keren abiss...

Well, karena si kecil udah 3 tahun, jadi pergi kesananya ga dalam waktu 3-5 tahun mendatang ya nak. Kalau udah lebih besaran lagi, baru kita kesana lagi ya kids...


Oiya, jangan lupa untuk book hotel jauh hari sebelum kedatangan. Dan pastikan berapa orang yang bisa diterima dalam satu kamar. Ada pengalaman buruk di suatu hotel, dimana kita pesan 3 bed-room, ternyata si anak di bawah 3 tahun yang biasa sharing bed ama kita mau dihitung. Kita disuruh ambil 2 kamar. Yang bener ajaaa. Setelah adu argumen, akhirnya bisa juga kita masuk. Ada2 ajaaah....

  




p.s. semua foto koleksi pribadi. Tapi karena kebanyakan nice anglenya ada gambar pribadi, jadi ga dipublish ya heheheh

Lokasi Disneyland Paris


Baca Peta ke Disneyland Paris

Ini cerita tentang turis sok ngerti dari Indonesia, siapa lagi kalau bukan Ardi’s Family. Kali ini kita jalan jalan keDisneyland Paris, sebuah tempat hiburan dan resort Disney kedua yang terletak diluar United States. Yang pertama adalah Tokyo Disney Resort (dibuka tahun 1983),Disneyland Paris (dibuka tahun 1992),Hongkong Disneyland Resort (dibuka tahun 2005) dan yang sedang dalam pembangunan adalah  Shanghai Disneland Resort (akan dibuka tahun 2014).

Semula namanya Euro Disney Paris, tetapi karena pembangunan jalan terus maka Euro Disney saat ini hanya menjadi salah satu wahana didalam komplek Disneyland Paris dan namanya menjadi Disneyland Park. Tepatnya mulai tahun 1994 sudah tidak ada lagi nama Euro Disney tetapi telah berganti menjadi Disneyland Paris yang sangat besar dengan tempat parkir yang sangat luas, dan jalan menuju gerbang pintu masuk yang cukup jauh tetapi disediakan moving walkway (escalator horizontal) yang cukup panjang dan dijamin tidak pegel pegel menuju pintu masuk yang jauh.

Setahu saya saat tulisan ini saya buat sudah ada 3 buah taman bermain, yaitu Disneyland Park (dulu Euro Disney), Walt Disney Studio Park dan Golf Disneyland. Tempat shoppingnya ada satu yaitu Disney Village dan resort hotel ada tujuh, yaitu Disnyland Hotel, Disney's Hotel New York, Disney's New Port Bay Club, Disney's Sequoia Lodge, Disney's Hotel Cheyenne, Disney's Hotel Santa Fe dan Disney's Davy Crockett Ranch.

Lokasi Disneyland Paris sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat kota Paris, cuma 32 Km saja dan terletak di daerah Marne La Valee. Sebagai seorang turis otodidak, kita sekeluarga main 'percaya diri' saja, tanpa bantuan tour guide dan hanya mengandalkan GPS (Global Positioning System) dan mobil sewaan langsung menuju ke lokasi dari hotel Adagio yang terletak ditengah kota Paris. Jam 8 pagi setelah sarapan pagi di hotel, mobil langsung berangkat dengan asumsi wisata Disneyland ini bisa selesai hanya dalam waktu beberapa jam saja dan setelah itu bisa wisata ditempat lain di sekitar Paris. Yang benar benar membuat kita terkjut saat tiba di tujuan adalah temperatur udara. Saat berangkat pagi hari di tengah kota Paris udara cukup hangat tetapi ternyata di Disneyland udara berkabut tebal dan sangat dingin sekali dan basah. Kekacauan terjadi karena kita benar benar tidak siap dengan jaket dan mantel tahan air.

Kekacauan kedua terjadi karena untuk bisa masuk Disneyland saja antriannya panjang sekali dan benar benar membuang waktu. Anggota 'Trio Kwek Kwek' protes minta pulang saja karena kedinginan dan jaket yang dipakai ternyata menyerap air dari kabut tebal membuat badan semakin menggigil kedinginan. Akhirnya, mas Ardi sebagai kepala regu mengambil keputusan kilat, yaitu minum kopi didalam stasiun kereta api sambil menunggu kabut hilang dan siapa tahu antrian berkurang. Ternyata salah besar, semakin siang antrian semakin banyak dan kabut dingin tidak berkurang sama sekali.

Meskipun tidak bisa full menikmati Disneyland, ada hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil. Kita tidak bisa menikmati wisata Disneyland seluruhnya hanya dalam beberapa jam saja. Kalau waktu kita terbatas lebih baik tidak usah mengunjungi tempat ini.  Akan lebih baik kalau menginap dihotel hotel yang tersedia didalam komplek Disneyland meskipun hanya semalam karena atraksi malam hari di Disneyland katanya bagus bagus. Memang tarip hotel ditempat hiburan ini jauh lebih mahal dibanding hotel ditengah kota Paris, tetapi paling tidak kalau kita menginap didalam maka kita bisa menikmati Disneyland yang sebenarnya dan tidak buang buang waktu untuk ngantri tiket dan kedinginan.

Hikmah dan pelajaran yang lain adalah 'Jangan Terlalu Percaya Dengan Peta'. Kita memilih hotel dan menginap di tengah kota Paris hanya berdasarkan petunjuk peta, baik terbitan Lonely Planet maupun searching internet dan melihat Google Map. Alasan utama kenapa kita tidak memilih hotel didalam Disneyland saat itu adalah karena mau mendekati pusat keramaian kota, bukan nyepi. Disamping itu kalau dilihat di peta jarak hotel pilihan kita hanya berjarak 0.5 cm dari Eiffel Tower, 1 cm ke Notre Dame dan jarak ke Euro Disney tidak lebih dari 15 cm saja. Alasan lain kenapa memilih hotel ditengah kota Paris adalah supaya bisa jalan jalan dan cari makan di kota dengan mudah. Ternyata, kita semua tidak baca skala peta dan kita lupa sama sekali bahwa peta tidak bisa menjelaskan tentang cuaca. Jadi wajar kalau basah dan kedinginan dan wajar pula ternyata Disneyland dan kota Paris cukup jauh dan berbeda suhu udaranya.

Liburan ke Prancis Malaysia Airlines


Tempat Belanja Mahal Hingga Loakan

Kamis, 31 Maret 2011 - 15:55 wib
Galaries Lafayette (foto: tripadvisor)
Galaries Lafayette (foto: tripadvisor)
SEBAGAI kota mode dunia,Paris menawarkan banyak tempat belanja,mulai butik-butik mahal hingga barang murah meriah. Bagi Anda yang berkantong tebal,silakan belanja di Galaries Lafayette dan Matignon.

Ini adalah department storedengan bangunan yang sangat megah.Cocok bagi konsumen berkantong tebal dan ingin berbelanja nyaman sambil mengagumi kemewahan bangunan tempat berbelanja.Salah satu yang menakjubkan dari tempat ini ialah kubah bangunan yang terbuat dari kaca yang megah.Pakaian-pakaian mewah juga dipajang untuk membuat konsumen tergiur membelinya.

Waktu terbaik mendatangi tempat ini ialah pada bulan Januari dan Juli karena saat itu akan digelar diskon besar-besaran hingga 70 persen. Tempat belanja lain yang bisa dikunjungi adalah Place des Vosges.Ini adalah kawasan mewah,dinamakan sesuai dengan kota pertama yang membayar pajak.Di tempat ini,pengunjung bisa menemukan butik mewah Isye Miyake, Maison de Victor Hugo,dan restoran mewah. Layaknya sebuah tempat mewah,Place des Vosges juga layak jadi tempat berwisata.

Nah,bagi yang ingin belanja murah meriah, Paris Flea Market (Marchê aux Puces de Saint Quen) mungkin bisa menjadi pilihan.Ini pasar loak paling terkenal di Paris,sekaligus terbesar di dunia.Begitu besarnya hingga jika diukur panjangnya bisa mencapai 15 km.Paris Flea Market letaknya ada di Clignancourt.Pengunjung maupun turis bisa berburu apa pun barang murah meriah,mulai pakaian,barang seni,sampai barang antik.Ada 3.000 pedagang yang berjualan di sini.

Turis dijamin puas dan menemukan yang mereka inginkan di pasar ini. Nah,bagi Anda yang merencanakan liburan ke Prancis,bisa menggunakan moda transportasi Malaysia Airlines.Pesawat ini terbang dari Kuala Lumpur ke London 14 kali seminggu,Paris 7 kali seminggu,Amsterdam 7 kali seminggu,Frankfurt 6 kali seminggu,dan Roma 3 kali seminggu.

Tercatat juga Malaysia Airlines menghubungkan Kuala Lumpur dan Jakarta sebanyak 40 kali seminggu, Bali 21 kali seminggu,Surabaya 7 kali seminggu, Medan 12 kali seminggu,dan Yogyakarta 3 kali seminggu.Untuk mempermudah calon penumpang, Malaysia Airlines juga menyediakan layanan pusat reservasi 24 jam,yaitu di 021-5229690,hubungi travel agen Anda atau di malaysiaairlines.com
(Koran SI/Koran SI/uky)

Racun dalam makanan

Kita Sudah Jadi Penimbun Racun?


**kesehatan.kompasiana.com
12931816631171865564
Tulisan ini terinspirasi oleh beberapa pemberitaan baik di surat kabar maupun TV, ditambah dengan hasil pembicaraan dengan beberapa abang-abang penjual gorengan dan bakso.
Bebarapa makanan favorit masyarakat Indonesia ternyata mengandung potensi bahaya racun yang mungkin kita sadari atau tidak. Yang jelas racun-racun tersebut sudah menjelma menjadi beberapa makanan favorit yang sulit kita tinggalkan.
Tahu dan tempe:
  • Tayangan di salah satu TV beberapa waktu lalu memperlihatkan bagaimana beberapa pengrajin rumahan tahu/tempe mencuci kedelai yang telah direbus di Kali Ciliwung yang dari hasil survey mengandung bakteri jahat dan logam berat dalam kadar tinggi. Para pengrajin tersebut mencuci di Kali Ciliwung karena tidak mampu membeli pompa penyedot air tanah serta peralatan lainnya yang harganya sekitar Rp2juta, sehingga untuk gampangnya mereka mencuci di Kali Ciliwung. Bakteri dan logam berat tersebut otomatis akan menempel di kedelai yang telah direbus, dan mengendap disitu sampai menjadi tahu/tempe.
  • Beberapa waktu lalu banyak ditemukan di para penjual tahu bahwa tahu-tahu mereka direndam dulu dalam formalin agar awet. Meskipun sudah ada peringatan dari BPOM, namun sejauh mana pengawasannya, kita tidak tahu lagi.
  • Kalau tahu/tempe tersebut anda masak di rumah maka berarti tempe/tahu hanya terkontaminasi oleh bakteri dan racun.
  • Bila tahu/tempe sampai di tangan pedagang gorengan pinggir jalan, maka cerita berlanjut.
  • Tahu/tempe di tangan pedagang gorengan pinggir jalan akan digoreng dengan sebelumnya dicampur garam dan bumbu penyedap, dimana takaran bumbu penyedap jangan diharap sesuai yang disarankan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Biasanya sangat berlebih. Minyak goreng tersebut biasanya dibeli dari Restoran Cepat Saji dari sisa menggoreng ayam dan kentang. Ini untuk mengejar harga murah. Selanjutnya gorengan tersebut ditiriskan di atas penggorengan yang biasanya disapu angin dari kendaraan yang lalu lalang yang pastinya bercampur debu jalanan. Setelah itu gorengan dibungkus dalam kertas bekas yang dipungut oleh para pemulung di sembarang tempat.
Bakso Kampung:
  • Istilah bakso kampung ini dipakai untuk bakso yang dijajakan oleh para pedagang gerobak dorong
  • Biasanya abang bakso dalam membuat bakso mencampurnya dengan zat pengawet. Bahan yang diijinkan BPOM adalah methyl p-hydroxybenzoate, takarannya maksimal 250 mg/kg. Namun demikian beberapa waktu lalu banyak ditemukan bakso yang dicampur boraks (supaya kenyal) dan formalin (supaya awet) dengan takaran yang beraneka ragam sesuka pengolahnya. Beberapa abang bakso masih menambahkan dengan bumbu penyedap (dari jenis Monosodium Glutamat). Pemakaian pengawet tersebut disebabkan kalau bakso tidak habis terjual hari itu, masih bisa dijajakan besok atau bahkan lusa. Maklum abang bakso tidak punya lemari es. Dalam hal ini sengaja tidak disinggung asal usul dan jenis daging dalam bakso olahan. Anggap saja dari daging sapi yang masih baik kondisinya.
  • Kuah bakso biasanya dicampur dengan rebusan tulang dan lemak sapi. Biasanya juga masih ditambahkan lagi bumbu penyedap.
  • Bakmi tentu juga harus diperhitungkan kalau hari itu tidak habis terjual. Beberapa abang bakso menceritakan bahwa bakmi mereka beli dalam bentuk kering, kemudian mereka rebus. Beberapa abang membelinya dalam olahan setengah matang. Tidak diperoleh informasi apakah yang setengah matang juga dicampur bahan pengawet mengingat abang bakso akan menjualnya lagi esok hari atau lusa bila hari ini tidak habis terjual.
  • Selanjutnya dalam penyajian, abang bakso masih menaruh lagi bumbu penyedap ke dalam kuah bakso tersebut.
  • Setelah siap, biasanya abang bakso menyiapkan kecap manis, kecap asin, cuka, sambal botol dan saos tomat botol. Ingat, di dalam kecap manis, kecap asin, sambal botol dan saos tomat botol tersebut sudah dibubuhi bahan pengawet (biasanya methyl p-hydroxybenzoate dengan batas penggunaan maksimal 250 mg/kg produk) plus bahan pewarna (lihat catatan dibawah mengenai Zat Pewarna yang aman, dan yang dilarang). Masih sering ditemukan dipakainya bahan pewarna tekstil yang sangat beracun yaitu Rhodamin B yang murah meriah sebagai pewarna makanan.
  • Nah, siap sudah makanan bakso kesayangan anda plus berbagai tumpukan bahan pengawet yang berlimpah-limpah (dari bakso, mie, kecap manis, kecap asin, sambal botol dan saos tomat botol), bahan pewarna (yang terdapat pada saos sambal botol dan saos tomat botol), serta berlimpahnya bumbu penyedap (Monosodium Glutamat).
  • BPOM sendiri baru menerbitkan ketentuan tentang mie, dalam hal ini Produk Mie Instan yang terdaftar di Indonesia sesuai Keterangan Pers BPOM No.: HM.04.01.1.23.10.10.9905, Jakarta, 18 Oktober 2010.
Jenis makanan di atas adalah sebagian saja dari yang menjadi favorit masyarakat kita. Masih banyak makanan/minuman favorit lain yang proses produksinya serta bahan-bahan pengawet dan pewarnanya tidak kalah menakutkan dari yang disampaikan di atas.
Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan abang-abang penjual tempe/tahu, gorengan dan bakso. Ini adalah realita di masyarakat kita. Justru ini tantangan bagi kita, bagaimana kita bisa ikut membantu para abang tersebut dengan pengetahuan yang memadai tentang kebersihan proses produksi, bahan pengawet, bahan pewarna dan bumbu penyedap.
Kita pasti setuju bahwa penggunaan zat pengawet, zat pewarna serta bumbu penyedap secara sembarangan tidak bisa ditolerir. Tentu tidak mudah untuk mengawasinya.
BPOM memang sudah memberikan petunjuk, informasi dan larangan. Masalahnya apakah informasi itu sampai di tingkat abang-abang tersebut. Peredaran makanan jenis tersebut di tingkat pedagang informal sangat luas. BPOM juga hanya bisa melakukan uji sampling secara periodik, sedangkan jangkauan para pengguna zat-zat tersebut sangat luas. Apakah sarana dan parasarana di BPOM memadai? Sulit diketahui.
Menghindari makanan favorit tersebut jelas sangat sulit. Abang-abang juga akan menjadi korban bila kita berkampanye dengan aktif.
Mengharuskan abang-abang tersebut memproses makanannya sesuai standar higienis dan memakai bahan-bahan yang baik tentu akan melambungkan harga jual mereka. Belum lagi mereka juga tidak punya modal untuk itu. Padahal konsumen mayoritas adalah rakyat kecil. Ini betul-betul tantangan yang sangat sulit.
Betul-betul dilema negara yang mayoritas rakyatnya masih miskin.
Yang jelas tubuh kita sudah dijejali oleh berbagai zat yang berpotensi sebagai racun yang sebagian akan tetap mengendap dalam tubuh. Belum lagi racun lain dari luar yang tiap hari kita hisap yang berupa kandungan Carbon Mono Oksida, Timbal dan Logam Berat lain. Juga racun berupa logam berat atau garam-garam yang kita minum dari air sumur yang mungkin tidak pernah kita periksakan kualitasnya.
“Hati” sebagai stasiun penyaring dan pembuang racun dalam tubuh kita, tentu kemampuan kerjanya terbatas. Dia sudah kita paksa untuk bekerja ekstra keras. Tentu ada batas kemampuannya.
Lengkap sudah bahwa diri kita sebetulnya sudah menjelma menjadi si “Penimbun Racun”.
Salam Kompasiana.