Search This Blog

Saturday, November 26, 2011

Shinkansen, The Bullet Train

Shinkansen, The Bullet Train

Salah satu tujuan wisatawan asing yang berkunjung ke negeri Jepang adalah ingin menikmati kenyamanan dan kecepatan Shinkansen, The Bullet Train yang merupakan kereta api tercepat di dunia. Perjalananan dari stasiun Toyohashi menuju ke stasiun Hamamatsu, ditempuh hanya dalam waktu 10 menit dengan Shinkansen, kereta api super cepat.

Suasana di stasiun Toyohashi terlihat cukup ramai, bersih dan fasilitas umum juga tersedia seperti telepon umum, mini market, kios buku dan koran dan beberapa toko yang masih belum buka, padahal waktu setempat telah menunjukkan pukul 8.00 pagi.



Shinkansen yang sering disebut dengan The Bullet Train, kereta peluru adalah jalur kereta api cepat Jepang dan merupakan sarana angkutan utama untuk angkutan antar kota di Jepang. Shinkansen tergolong kereta yang berkecepatan tinggi, kecepatan yang terendah sekitar 270 kilometer per jam dan yang tercepat adalah 450 kilometer per jam. Kecepatan Shinkansen ini mengalahkan Perancis yang memproduksi kereta api Train a Grande Vitesse (TGV) yang memiliki kecepatan 300 kilometer per jam.

Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut.

Banyak penduduk negeri Jepang yang menyukai naik Shinkansen dibandingkan dengan naik pesawat terbang, walaupun harga tiket Shinkansen lebih tinggi dibandingkan dengan harga tiket pesawat terbang, dikarenakan naik Shinkansen lebih praktis, tinggal membeli tiket di mesin otomatis, tidak perlu melewati beberapa pemeriksaan seperti  jika ingin naik pesawat terbang.





Shinkansen dibuka pada tanggal 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo, jalur ini langsung sukses melayani 100 juta penumpang sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967 dan melayani satu milyar penumpang pada tahun 1976.

Selama pengoperasian Shinkansen sejak 44 tahun yang lalu, tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal, namun ada beberapa orang yang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu menjepit penumpang atau barang mereka.

Jepang, termasuk negeri yang sering digoncang oleh gempa bumi, untuk menghadapi gempa bumi, Shinkansen ini telah dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di bulan Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Shinkansen generasi berikutnya FASTECH 360 telah memiliki sayap rem penahan angin untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi.

Pada tahun 2003, JR Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam waktu 0,1 menit atau 6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik.

Shinkansen diberangkatkan setiap empat menit sekali pada jam sibuk, semua sistem diatur dalam ruang kendali. Seluruh perjalanan Shinkansen, termasuk kecepatan dan jadwal keberangkatan ditentukan dari ruang kendali. Posisi semua kereta serta rute yang dilalui terpampang di ruang kendali untuk membantu petugas mengawasi dan mengaturnya. Shinkansen dilengkapi dengan suspensi yang dikendalikan dengan komputer dan bagian bawah gerbong pun dibuat sejajar untuk menghindari suara.





interior bagian dalam Shinkansen tampak mewah dan nyaman, dan baru sekitar 8 menit duduk menikmati kenyamanan di dalam Shinkansen, pemandu wisata akan meminta anda untuk bersiap-siap untuk turun, karena perjalanan dari stasiun Toyohashi ke stasiun Hamamatsu hanya sekitar 10 menit.





Suasana di stasiun Hamamatsu cukup ramai dan toko-toko di sana jauh lebih besar dibandingkan dengan stasiun Toyohashi, begitu keluar dari stasiun terdapat taman yang cukup asri.






 Logged

Why can't i be the one thing in life you don't understand?

No comments:

Post a Comment