Search This Blog

Saturday, May 21, 2011

Harganya terjangkau

Backpacker to Bangkok on Januari 2011 (Day 1)

Published by surya at 08:27 under Kota and tagged: 
Yeah, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ke luar negeri lagi. Subhanallah, Alhamdulillah. Dan Negara yang jadi tujuanku kali ini adalah THAILAND!!! Terima kasih buat Air Asia yang sudah membuka jalur penerbangan Surabaya – Bangkok. Harganya terjangkau lagi. Jadi akhirnya aku bisa melihat lebih banyak dunia.
Aku bersama Aris Widodo berangkat dari Surabaya, Jumat, tanggal 14 Januari 2011, take off dari Bandara Juanda jam 15:25, dan pulang hari Minggu, tanggal 16 Januari 2011, take off dari bandara Suvarnabhumi jam 19:40.
img_6445
Rencana perjalanan kami selama kurang lebih 2 hari dan 2 malam di Bangkok adalah mengunjungi Grand Palace, Wat Phoo dan Wat Arun yang konon katanya adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi jika ke Bangkok, serta perjalanan ke salah satu diantara dua kota yaitu Ayutthaya (utara Bangkok) atau Pattaya (selatan Bangkok). Oh iya, kami juga berencana mengunjungi Masjid Darul Falah, sebuah masjid yang keberadaannya aku ketahui secara tidak sengaja dari google maps, saat mencari informasi tentang daerah Siam.
Meski keberangkatan baru jam 15:25 sore, tapi petualangan kami yang sesungguhnya dimulai sejak pagi hari. Diawali dengan packing baju. Sorenya berangkat, pagi baru packing? Ya memang begitulah diriku, he he. Mungkin karena cowok, untuk masalah barang bawaan tidak seribet cewek, jadi persiapan mendadak pun masih bisa. Selain itu perjalanan ke Thailand ini kan tidak berlangsung lama, hanya 2 hari saja.
Setelah packing selesai, aku langsung meluncur ke rumah kos Aris. Kegiatan selanjutnya adalah, menukar (atau tepatnya membeli) THB alias Thailand Baht. Sebelumnya kami sudah menentukan target maksimal pengeluaran kami di Bangkok, yakni 750.000 rupiah per orang, yang kalau dikonversikan ke THB (dengan info kurs dari BI kala itu yakni 1 Baht = 302 rupiah) sekitar 2483 THB, jadi untuk dua orang membutuhkan 4900 Baht.
Terus terang, kami kira mudah menukar uang, ternyata sulitnya bukan main. Mungkin karena THB bukan mata uang yang popular. Dari Pasopati, money changer yang terbesar di Surabaya, kami hanya mendapatkan 620 Baht dengan rate 305 rupiah per baht. Setelah itu kami berputar-putar mengelilingi kota, mencari money changer serta berkunjung ke Bank, tetapi hampir semuanya tidak menyediakan uang Baht. Akhirnya kami berhasil mendapatkan tambahan 1400 baht, tetapi dengan kurs yang sangat mahal, 320 rupiah per Baht. Ya, mau bagaimana lagi, kami memang dalam posisi membutuhkan uang tersebut, jadi ya meski mahal, kami tetap ambil. Untuk menutupi kekurangannya, kami akhirnya memutuskan membeli 100 USD$ dengan rate 9082 per dollar. Alhamdulillah, satu step terlewati. Tukar uang selesai.
Waktu sholat jumat pun tiba. Waktunya menghadap Allah, sekalian memohon agar diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan pada perjalanan ini, Amiin.
Setelah sholat Jumat, kami segera meluncur ke bandara internasional Juanda, meski saat itu masih jam 12.30, 3 jam dari keberangkatan. Ya daripada terlambat, mending nunggu agak lama di bandara. Apalagi ini adalah penerbangan internasional yang terkenal ketat, baik itu untuk urusan check in, check bagasi maupun imigrasi. Jadi alangkah baiknya untuk mempersiapkan waktu keberangkatan yang lebih.
Setelah melewati pemeriksaan bagasi dan check in, kami melewati pintu imigrasi. Tidak terlalu banyak pertanyaan dari si petugas. Hanya ditanya, dalam rangka apa ke Bangkok dan rencananya berapa hari. Disitulah pasporku akhirnya menerima stempelnya yang kedua di halaman Visa, “DAK” “DEK” “DOK” “CETOK!!!”. Setelah itu masuk ruang tunggu bandara. Yang menarik, pada pemeriksaan bagasi terakhir sebelum masuk ruang tunggu, petugas banyak sekali menyita minuman. Mungkin banyak dari penumpang yang belum tau peraturan penerbangan internasional yang hanya mengizinkan maksimal 100 ml air yang bisa masuk ke kabin untuk setiap penumpang. Atau ada yang tau, tapi iseng. Siapa tau lolos pengecekan, he he he. Dan kami masuk yang kategori iseng itu, ha ha ha.
Ada yang tidak terduga saat kami tengah menunggu boarding. Ternyata kami bertemu dengan tiga orang teman kantor (nama dirahasiakan, atas permintaan nara sumber, red) yang juga akan pergi ke Bangkok. Dan mereka ternyata dapat tiket promo juga. Wah banyak banget ternyata yang dapat tiket promo.
Ada satu hal yang kuamati dari penumpang yang tengah menunggu di ruang tunggu. Kebanyakan dari mereka adalah WNI. Aku lihat hanya ada sekitar 20an orang asing. 15an bule, 5 orang berwajah seperti saudara si Shahrukh Khan dan Kajol. Sisanya sepertinya WNI. Atau mungkin sebenarnya ada beberapa warga Malaysia, Singapura ataupun Thailand yang ikut penerbangan kami. Cuman karena memang wajah kita satu rumpun, jadi aku tidak bisa membedakannya.
Setelah didelay kurang lebih selama setengah jam, karena pesawat terlambat datang sampai di Surabaya, waktu boarding pun tiba. Entah kenapa, aku mendadak deg-degan, sama persis rasanya ketika pertama kali ke Luar Negeri, yakni ke Singapura. Dasar ndeso, he he he.
Dan perjalanan 4 jam pun dimulai. Ini adalah rekor perjalananan terlamaku dengan pesawat. Oh iya, dalam perjalanan ini, aku dan aris tidak bisa duduk satu bangku. Waktu memesan tiket, kami tidak memesan kursi (karena kalau memilih kursi di air asia it bayar lagi, ck ck ck. Ya beginilah Low Cost Carrier), jadinya kami duduk terpisah. Awalnya aku sempat takut bosan menjalani 4 jam perjalanan, apalagi aku tipe orang yang tidak bisa tidur di perjalanan :(.
But, ternyata perjalanan ini adalah perjalanan yang menyenangkan, bahkan lebih menyenangkan dibandingkan jika duduk bareng Aris, ha ha ha.. (piss boy). Aku mendapat teman duduk dua orang perempuan super yang keduanya saling bersahabat sejak kuliah. Yang satu adalah Mbak Yusi, seorang analys senior di Bank nasional terbesar di Indonesia. Dan yang satunya adalah Mbak Santi, seorang ketua jurusan di salah satu Universitas swasta favorit di Surabaya. Yang membuat mereka berdua super adalah, kenyataan bahwa mereka seangkatan denganku kalau masuk kuliah, yakni angkatan 2000. Luar biasa, di usia yang masih cukup muda, mereka sudah berprestasi tinggi. Mbak Santi ke Bangkok dalam rangka wisuda masternya. Dia menempuh masa kuliah di Bangkok sejak tahun Mei 2008 hingga lulus April 2010. Tapi karena kampusnya menerapkan kebijakan satu kali acara wisuda di bulan januari, jadinya dia harus menunggu hingga 8 bulan untuk melangsungkan wisuda. Tapi selama 8 bulan itu, dia tidak menunggu di Bangkok, tapi pulang ke Surabaya.
Karena perkenalan dengan mbak santi ini, informasiku tentang kota Bangkok semakin kaya, karena dapat cerita langsung dari pakar yang sudah menetap selama 2 tahunan di kota Bangkok. Kebanyakan informasi dari mbak Santi adalah rekomendasi tempat belanja, item-item yang bisa dibeli disana dan tips-tips cara menawarnya. Ya maklumlah, rekomendasi dari cewek, ga jauh-jauh dari yang namanya Shopping.
Ada suasana yang berbeda dalam penerbangan Air Asia ke Bangkok ini, yakni pembelian makanan dalam pesawat. Jika di penerbangan domestik, terutama Surabaya – Jakarta ataupun Surabaya – Denpasar, jarang sekali penumpang beli makan di atas pesawat, jadinya ya pramugarinya banyak yang nganggur. Nah kalau di penerbangan kali ini, pramugarinya super sibuk. Hampir semua penumpang membeli makanan. Mungkin karena memang penerbangan ini pas jam makan malam, jadi semua penumpang kelaparan. Cerdik sekali Air Asia dalam membuat jadwal, he he he.
Dan setelah melayang di atas awan selama 4 jam lebih 10 menit, sampailah kami semua penumpang pesawat Air Asia QZ-7682 di bandara Suvarnabhumi, Thailand. Begitu masuk ke dalam bandara, aku merasakan suatu kekaguman yang luar biasa. Bandara internasional Thailand ini sangat besar, megah, bersih dan indah. Sangat jauh dibandingkan Bandara-bandara di Indonesia, sekalipun itu Bandara internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Tapi memang, bandara Suvarnabhumi ini adalah bandara baru. Baru 4 tahunan beroperasi, menggantikan bandara Dong Muang.
img_6357e
Di bandara kami berpisah dengan Mbak Santi dan Mbak Yusi. Sebelumnya kami berfoto bersama, sebagai kenang-kenangan telah terjalin sebuah persahabatan selama di perjalanan menuju Bangkok.
Setelah melewati Imigrasi, kami langsung menukar uang dollar kami. Lumayan, dari USD$ 100 menjadi THB 2980. Kalau dihitung-hitung, kami memberli USD$ 100 USD seharga IDR 908200, maka perkiraan 1 THB = 908200/2980 = 304.7. Cukup menguntungkan jika kita menukar USD$ dulu di Indonesia, daripada menukar Baht langsung. Tapi jangan coba-coba menukar IDR ke THB. Dijamin anda akan rugi besar, karena uang IDR benar-benar tidak ada harganya disini. Banyak money changer yang tidak menerima penukaran rupiah. Selain itu jika ada, uang kita dihargai dengan sangat rendah 1 IDR= 0.0017 THB. Jadi jika kalian memiliki 908200 IDR, jika langsung ditukar dengan THB di sini hanya akan mendapat 908200 * 0.0017 = 1566 THB.
Dari bandara, kami langsung menuju ke Hotel. Sebagai informasi, hotel kami, yang terletak di kawasan Khaosan Road, masih belum bisa diakses oleh BTS(Bangkok Train Sky / Monorail), MRT (Mass Rapid Transport / Subway) ataupun Airport Rail Link. Sedangkan tiga orang rekan sekantor saya – yang tadi ketemu di bandara saat akan berangkat – menginap di daerah Shukumvit. Shukumvit adalah daerah yang nyaman untuk menginap bagi orang Indonesia. Selain karena daerah ini mudah diakses lewat BTS ataupun MRT, daerah ini juga dekat dengan kawasan muslim. Kami tidak memilih kawasan Shukumvit untuk menginap karena kami ingin merasakan kehidupan ala backpacker di Bangkok, selain karena penginapan di Shukumvit relative lebih mahal daripada di Khao San.
Untuk menuju kawasan Khaosan Road ada 4 cara yang bisa dilakukan.
1. Naik Taksi. Ini cara yang termudah, tetapi ya cukup mahal. Kami tidak tahu pasti berapa Baht yang diperlukan untuk mencapai khao san road.
2. Naik Airport Bus Express. Ada 4 jurusan Airport bus di Suvarnabhumi, yakni AE#1 hingga AE#4. Bus yang menuju Khao San Road adalah Bus AE#2. Ongkos naik Airport Bus Express adalah 150 Baht per orang.
3. Naik bus umum. Nah kalau bus ini sangat murah. Tapi tidak direkomendasikan karena perjalanan akan memakan waktu yang sangat lama dan juga resiko kecopetan.
4. Naik Airport Rail Link City Line, untuk kemudian disambung dengan Taksi. Nah alternative ke empat ini adalah pilihan perjalanan kami. Ongkos naik City Link adalah 45 Baht per orang dari Bandara ke Stasiun Phaya Thai. Dari Phaya Thai, dilanjut naik taksi ke hotel. Biayanya 80 Baht. Jadi kalau dihitung-hitung, per orang akhirnya sekitar 85 Baht. Yach lumayan hemat 65 Baht dibanding Airport Bus Express.
img_6391

img_6401
Setelah check in di hotel, kami langsung berkeliling kawasan Khao San Road. Ingin menikmati malam di kawasan Khao San Road, sekaligus mencari makan malam. Sepiring nasi mie campur telor dengan es jeruk menjadi santapan malam kami.
Kawasan Khao San Road memang sangat ramai. Semakin malam semakin ramai. Saat melakukan penjelajahan malam ini, jarum jam sudah menunjukkan jam 00:30 dini hari. Jalanan penuh dengan bule-bule yang tengah menikmati malam serta para penduduk kota Bangkok yang berdagang kudapan khas Bangkok. Suasananya hampir mirip suasana JL Legian di Bali, tetapi disini tidak terlalu banyak diskotik seperti di Bali. Kalaupun ada, suaranya pun tidak terlalu bising. Yang banyak malah pertunjukan live music akustik persembahan dari para seniman kota Bangkok. Jalan Khao San pun lebih lebar daripada Jalan Legian. Dan yang lebih asyik jalan-jalan disini, kendaraan baik itu mobil maupun sepeda motor tidak diperbolehkan lewat. Di Khao San Road juga banyak sekali seniman pelukis wajah. Tampak beberapa orang bule tengah menikmati wajahnya digambar oleh sang seniman.
Setelah puas menikmati suasana malam di Khao San Road, kami kembali ke hotel. Meeting sesaat untuk memutuskan akan kemana kami pergi besok, Ayuttahaya atau Pattaya, untuk kemudian beristirahat, mempersiapkan fisik untuk perjalanan esok hari.
(Ini biaya 2 orang, jadi biaya per orangnya tinggal dibagi 2 (dalam Baht))
Day 1
- Beli Happy Sim Card 199
- Airport Rail Link City Line (Suvarnabhumi – Phaya Thai) 2×45 90
- Taxi Phaya Thai – Hotel 80
- Makan malam di pujasera depan Thai Cozy House 2×30 60
- Minum orange juice 2×20 40
- Beli Air Mineral di 7 Eleven 14
Total Day 1 483
Total Day 1 per orang 483 / 2 = 241.5 Baht

No comments:

Post a Comment