Search This Blog

Wednesday, May 18, 2011

Universal Studio


Perjalanan ke Singapura kali ini saya lakukan tanpa koper. Yah, tanpa koper, hanya berbekal sebuah tas punggung kombinasi warna hitam merah bervolume sekitar 30 liter, saya dan suami berniat menjelajah Singapura dan Malaysia. Barang-barang bawaan saya adalah sepasang sandal yang nyaman dipakai, persediaan baju selama sekitar 5 hari, alat-alat mandi, pashmina (untuk menahan dingin), jaket. Jangan lupa pula membawa obat-obatan pribadi dan juga botol minum portable. Hal yang disiapkan selanjutnya adalah segala macam dokumen yang dibutuhkan seperti passport (cek benar-benar kadaluarsa passportnya), bawalah fotokopi passportnya dan fotokopi NPWP (aslinya sudah tentu dibawa). Kemudian yang penting adalah membawa uang yang cukup untuk perjalanan disana. Kami membawa mata uang Singapura dan Malaysia. Nah untuk jaga-jaga bawalah pula mata uang Dollar Amerika (saya ngga bawa USD) karena kalau mau tukar uang pake rupiah adalah per satu juta rupiah di Singapura dan Malaysia.

Seharusnya saya bertolak dari Jakarta Cengkareng menuju Changi Singapore, tapi saya mengalami sebuah pelajaran berharga bahwa harus benar-benar memperkirakan waktu perjalanan ke Bandara. Lebih baik menunggu lama di bandara daripada mepet-mepet waktunya. Saya dan suami baru muncul ke counter Check In Air Asia sekitar 45 menit sebelum boarding dan kami sudah ditolak. Kalau anda terlambat Check In, anda akan diminta datang ke bagian penjualan Air Asia, disana anda bisa minta untuk di hold Standby artinya jika ada kursi kosong di penerbangan selanjutnya anda bisa ikut dengan syarat-syarat tertentu yang ditetapkan Air Asia. Berhubung saya disini berada di posisi yang salah, yah apa daya walaupun ada yang bikin kesel tapi mau gimana lagi. Kritik saya buat mbak-mbak sales Air Asia, jangan jutek-jutek lah…. (piss)

Perjuangan pun berlanjut, saya naik shuttle bus ke terminal keberangkatan dalam negeri, untuk mencari tiket penerbangan domestic ke Batam. Kenapa Batam? Pertama karena Batam merupakan pulau perlitasan terdekat ke Singapura. Kedua karena Alhamdulillah kakak ipar dan suaminya tinggal disana, jadi setidaknya malam itu kami bisa menginap disana dan berangkat pagi-pagi benar keesokan harinya.

Setelah mencari-cari kesana kemari tiket ke batam sudah sold semua, tetapi anehnya para calo meawarkan banyak tiket yang terserah kita mau minta jam berapa. Karena kepepet, kami pun membeli tiket ke calo dengan proses tawar menawar tentunya. Harga yang kami dapat waktu itu adalah Rp. 500.000 untuk satu orang.

Sampai di batam sekitar jam 7 malam, dan kami diajak putar-putar batam oleh kakak dan ponakan-ponakan keliling batam. Tapi tidak sampai terlalu malam, karena kami harus saving energi buat “berjuang” esok harinya. Ferry dari batam menuju Singapura sekarang bisa melalui dua tempat yaitu dari Batam Center dan dari Harbour bay. Keberangkatan pertama adalah jam 6 pagi kalau tidak salah. Harga tiket penyebrangan plus pajak dan lain-lain adalah sekitar 30SGD (rate waktu itu 1SGD adalah sekitar Rp 6.600). Saya memilih untuk duduk di dek atas, walaupun panas pada awalnya tetapi lebih bisa melihat-lihat pemandangan sekitar daripada jika duduk dibawah dimana paling-paling akan disuguhi tayangan film serial Korea atau Cina.

Perjalanan dari Batam ke Singapura sekitar 1 – 1,5 jam. Jangan lupa untuk menset jam tangan anda maju sekitar 1 jam menjadi waktu Singapura. Ferry akan bersandar di Harbour Front Singapura. Kalau anda melalui Changi ada banyak hostel di dekat sana (ini informasi menurut buku yah). Tips buat traveller, kalo lagi musim liburan jangan ambil resiko cari hotel atau hostel pada saat datang di sana, karena bisa jadi semua penginapan murah full booked. Nah, mending reservasi beberapa hari sebelumnya. Ini terjadi pada teman saya Ika yang dengan gagah berani bepergian sendirian dari Malaysia-Singapura. Salut banget dengan dia yang tetap tenang walau aslinya sedang bingung cari penginapan karena semua sudah full booked. Kalau hari-hari biasa saya rasa hostel maupun hotel dan apartemen yang biasa dijadikan tempat menginap akan selalu ada kamar kosong. Akhirnya Ika menginap di hotel yang lumayan harganya pada hari pertama dan hari keduanya menginap di hostel daerah little India. (yang ingin info hostelnya bisa PM saya).

Setelah sampai dan melewati antrian panjang imigrasi, saya naik ke lantai paling atas Vivo City menunggu ika yang sebelumnya sudah terlebih dahulu janjian waktu di Jakarta. Lokasi pembelian tiketnya ada di sebelah Food Republic Vivo City, kalo tidak tahu tempatnya jangan ragu untuk bertanya yah (untuk yang dari change bisa naik MRT berhenti di Harbour Front Station atau bus ke Vivo City). Kalau hanya membeli tiket untuk ke Sentosanya saja bisa langsung menuju ke mesin tiket, harga tiketnya 3 SGD, kalau ingin paketan sekaligus dengan tiket Song of The Sea bisa membeli tiket di loket yang tersedia. Namun saya tidak berniat membeli tiket Song of The Sea langsung karena saya tidak berani spekulasi waktunya.

Untuk menuju ke Universal Studio berhentilah di Waterfront station. Jangan sampai kelewatan yah. Belum beli tiket saya, suami, dan Ika langsung foto-foto (narsis parah). Baru ngantri di loket untuk beli tiket. Harga tiketnya Weekdays 66 SGD (Adult) itu sdh termasuk voucher 10 SGD meal dan 5 SGD untuk beli souvenir. Berhubung semua masi bawa backpack jadi kita harus simpan barang di locker, untuk 3 tas ukuran jumbo kita putuskan menyimpannya di locker besar yang biaya sewanya 20 SGD (mahal hiks). Peta lokasi wahana tersedia dalam dua versi yaitu pakai bahasa cina dan bahasa Inggris akan dibagikan sewaktu kita mengantri di loket. Oyah, untuk jaga-jaga karena waktu saya berkunjung itu lagi hujan jadi jangan lupa bawa payung dan jas hujan (beberapa wahana butuh jas hujan yah klo gak mau basah kuyup). Bawa makanan dari luar atau minuman juga tidak dilarang kok.

Area 1 – Hollywood

Saat masuk area saya sudah terkagum-kagum (lebay mode on). Bagaimana tidak ini surganya buat orang senarsis saya… woohoooo…. Setiap sudutnya, pas semua.. bagus semua ^­_^. Waktu saya masuk sudah ada woody woodpecker mejeng tapi saya ngga tertarik untuk berfoto bareng dia.. maklum dia khan tokoh lama . hehehehe… saya lebih tertarik berfoto di jalanan Hollywood area ini. Tiba-tiba ada suara dibelakang saya “BUM…BUM…” diiringi teriakan “AAAAAaaaa”. Spontan saya lari, eh tiba-tiba benda besar warna putih hitam yang familiar berkelebat di depan saya. OMG, it’s him… dialah KungFu Panda… langsung berpose dan didepannya ada dua orang pegawai yang mengatur antrian.

Tips: kalo liat kerumunan yang tidak biasa, cepat-cepatlah lari. Siapa tau saat itu salah satu karakter lagi muncul. Karena mereka hanya muncul selama beberapa saat saja dan ditempat-tempat yang tidak diduga.

Di area Hollywood ini banyak sekali merchandise store, saran saya putar-putarlah saja dulu karena setiap area ada merchandise storenya jadi saat mau pulang bisa tentukan mana yang akan dibeli, kecuali anda punya dana yang berlebih untuk membeli semua souvenir disini karena memang lucu-lucu dan unik semuanya. Jangan lupa juga gunakan kartu voucher anda.

Beloklah ke kanan, di situ ada toko yang menjual topi-topi unik, gak usah beli gak papa, soalnya disitu disediakan sample topi yang bisa dicoba-coba.Berjalanlah sedikit dan anda akan menemukan “Pantages Hollywood Theater” di area ini dan saksikanlah pertunjukan mini konser para monster legendaris Hollywood seperti mba mummy, mas vampire dan istrinya, manusia serigala, serta oom frankenstain. Masuk kedalam gak boleh foto, merekam dan gak boleh bawa minuman atau makanan.

Area 2 – New York

Disini juga banyak spot foto menarik. Jangan lewatkan pertunjukan street dance yang sangat attraktif dengan penonton. Sekitar 5 orang dancer yang good looking dari Filipina akan mengajak anda bergoyang dan terkagum-kagum dengan gerakan-gerakan tarian mereka. Lokasinya pas di dekat plang broadway and 5th avenue.

Yang juga harus dikunjungi adalah “lights, camera, action” yang memberikan gambaran bagaimana steven spielberg menghadirkan apa jadinya jika ada badai dahsyat menghantam kota new york pas dihadapan mata kita. Tempatnya agak nyempil yah. Saya saja ngga ngeh kalo itu adalah tempat attraksi menarik. Ingat!! Jangan ragu untuk bertanya.

Satu lagi yang saya lewatkan disini adalah “stage 28”. Karena tempatnya nyempil juga. Hmmm jadi penasaran…

Karakter yang bisa ditemui disini adalah mba Marlyn Monroe, dengan gaun putih legendarisnya itu, sayang saya telat ngantrinya jadi saya hanya bisa memandanginya saja.

Area 3 – SciFi City

Begitu masuk anda akan disuguhi nuasa robotic, future, dengan giant screen yang menguatkan kesan futuristiknya. Dipenuhi nuansa metalik, dengan sound effect suara robot, berasa jalan-jalan ke negeri alien. Ha ha.

Disinilah letak “Battlestar Galactica” yang kita sebut roller coaster, sayangnya lagi tidak beroperasi, jadi saya hanya mencoba wahana “accelerator”, kalo di Dufan sih mirip ama wahana yang diputer-puter di cangkir itu.

Area 4 – Ancient Egypt

This is hot spot foto loh… memasuki dunia mesir yang membuat bulu kuduk sedikit merinding. Kenapa? Karena seolah-oleh reruntuhan peradaban mesir benar-benar dipindah ke Sentosa Island. Ada dua wahana disini, yaitu “Revenge of The Mummy” yang katanya kita naek roller coaster gitu plus ditakut-takutin ama mummy. Untuk naik wahana ini minimal tinggi badan adalah 122cm. Kenapa saya tidak mencoba wahana ini? Karena kami diharuskan menitipkan barang di locker lagi dengan biaya 5 – 10 SGD. Maklum saja, we are budget traveler so… tau sendiri lah hehehehe.

Wahana kedua yaitu “treasure hunter”. Yang ini saya coba, jadi kita naek mobil jeep kuno inggris yang dikendarai oleh 4 orang saja. Kita ceritanya dibawa berkeliling ke sebuah situs penggalian yang ditutup karena banyak hewan-hewan pemakan dagingnya. Kalau haus bisa minum dari kran yang disediakan di tengah-tengah lokasi antrian.

Area 5 – The Lost World

Must try adalah “Jurrasic Park Rapids Adventure”. Untuk bisa mencoba wahana ini minimal tinggi badan adalah 107 cm. anak-anak yang ingin ikutan boleh tapi harus ditemani oleh orang dewasa. Saran saya pakailah jas hujan, simpan sepatu di tas, simpan kamera dan HP juga. Nanti anda tahu kenapa saya sarankan begini.. hi hi… coba sendiri yah…

Wahana kedua adalah “Canopy Flyer”. Minimal tinggi badan 92 cm. Barang-barangnya bisa dititipkan di tempat penitipan dan sepertinya aman. Saran saya yang pakai sandal mending sandalnya dilepas ajah… tar takutnya melayang entah kemana dan bikin benjol kepala orang. Wahana ini mirip roller coaster tapi tempat duduknya beda.Untuk anak-anak bisa mencoba “Dino Soarin”.

Disini saya melewatkan “Water world” yang kalau di dufan mirip ama atraksi bajak laut yang pake stunt man itu loh…

Area 6 – Far Far Away

Jangan lewatkan menonton “Shrek 4D Adventure”. Habis itu mampirlah di “Donkey LIVE” untuk bernyanyi bersama si donkey (yang ini saya ngga ikutan). Cobalah juga “enchanted Airways” yaitu roller coaster mini, yah bayangannya kita naek di punggungnya naga pacarnya si donkey.

Di dalam toko merchandise “Fairy Godmother’s Potion Shop” ada wahana “Magic Potion Spin” yang ini aku ngga ikutan, malu ama umur. Ha ha ha.Disini saya menghabiskan voucer makanan saya buat beli juice “love potion number 2” yang large dengan harga 6 SGD. Pake voucer jadi saya bisa beli dua dengan menambah 3 SGD. Juice yang saya pilih campuran apel, guava, banana.

Waspadalah, putrid Fiona dan Shrek suka muncul tiba-tiba disini.

Area 7 – Madagascar

Wahananya ada satu yaitu “Madagascar A Crate Adventure’ sayang statusnya masih coming soon. Disini ada banyak resto dan spot foto bagus. Waspada ada gerombolan karakter muncul disini… he he..

Selesai sudah petualangan di Universal Studio. Jam buka universal studio jam 10 pagi sampai jam 6 malam. Tapi di luar universal studio masih ada attraksi lainnya yang bisa dinikmati sampai malam hari. Have fun and enjoy…

No comments:

Post a Comment