Search This Blog

Thursday, August 25, 2011

Mesjid Jiangwan Shanghai

Shalat Tarawih di Mesjid Jiangwan Shanghai

Kompasianer 
13123067561111613311
Shanghai merupakan kota terbesar nomor 2 terbesar di cina, setelah Beijing. Kotanya cukup indah dengan gedung-gedung pencakar langit yang megah didukung dengan transfortasi yang sangat bagus, mulai kereta api tercepat yang disebut Maglev 360 KM/jam,kereta api listrik,kereta api bawah tanah Metro sampai bus umum. Fasilitas tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat shanghai untuk berpergian di sekitar shanghai atau antar provinsi dengan harga terjangkau.
Masyarakat yang hidup di shanghai terdiri asli orang shanghai, pendatang dari provinsi lain  dan dari negara-negara lain di dunia. Kegiatan mereka kebanyakan dengan bisnis dan perkantoran, terutama dipusat kota shanghai. Susasana kota tidak pernah berhenti sedikitpun walau karena malam, itu bisa kita lihat dari bus umum yang beroperasi 24 jam.
Masyarakat muslim di cina tidak terlalu banyak, tapi dalam hal makanan halal tidak terlalu sulit untuk mendapatkan di seputaran kota. Kita dengan mudah menandai rumah makan muslim dari luar, yaitu ada tulisan arab dan pelayannya menggunakan topi putih.
Ramadhan tahun ini  2011 di Shanghai, dimulai 1 Agustus  sebagai hari pertama melaksanakan ibadah puasa dan malam sebelumnya dimulai shalat taraweh berjamaah di mesjid-mesjid. Disamping itu ada juga muslim cina yang melaksanaakan puasa di mulai tanggal 31 Juli,  kebanyakan di lakukan oleh muslim cina pendatang dari pinggiran kota atau kota lain.
Malam ramadhan mesjid di shanghai dipenuhi dengan jamaah,sama seperti di mesjid-mesjid belahan dunia lainnya. Ketika waktu shalat isya tiba dikumandangkan azan di dalam mesjid oleh bilal. Setelah zan,para jamaah melakukan shalat sunnat sambil menunggu shalat Isya dan Tarawih.  Sebelum shalat Insya dimulai, disini ada imam yang memberi pencerahan sekitar 15 menit.  Setelah ceramah tersebut,sekitar pukul 8.20 lewat mulai shalat Isya,Tarawih dan witir sampai dengan selesai pukul 9. Shalat tarawih disini 20 rakaat di tambah witir 3 rakaat.
Shalat di pimpin oleh imam dengan pakaian serba putih lengkap dengan surban. Tepat dibelakang iman juga berdiri beberapa orang (makmum) berpakaian sama, sekitar 4 atau 3 orang, dan selain itu makmum berpakaian biasa dengan topi haji warna putih. Rata-rata jamaah muslim cina yang shalat berumur 35 keatas, dan bila ada anak-anak cuma 2 atau 3 orang. Selain  orang cina ada juga makmum dari negara-negara lain, itu bisa kita lihat dari warna kulit dan pakaian yang digunakan. Ada dari sudan,negara-negara Arab dan bahkan dari indonesia. Dari indonesia mudah kita tebak, karena mereka menggunakan sarung dan  baju koko.
Shalat terawih dilaksanakan agak cepat dan dilakukan 2 rakaat sekali salam. Setiap selesai 4 rakaat ada bacaan bersama-sama, mungkin di indonesia doa, tapi disini beda bacaannya. Untuk witir mereka melaksanakan 3 rakaat sekali salam. Yang agak berbeda dengan kebanyakan di Indonesia adalah pada rakaat terakhir setelah membaca alhamdalah dan ayat ada takbir terus takbir baru kemudian rukuk (2 kali takbir).
Setelah shalat selesai mereka berdoa masing-masing yang bimbing oleh imam. Dan setelah berakhir berdoa mereka bergegas pulang. Bila lagi pulang tersebut kita bisa ada sebagian saling menyapa, dengan mengucapkan salam dan berjabat tangan. Ada yang berjabat tangan dengan imam ada juga sesamanya. Sangat ramah masyarakat muslim cina, kuncinya adalah mengucap salam ketika mau bersalaman. Wajah mereka selalu tersenyum dan ceria.
Suasana mesjid sangat menyenangkan dan sangat mudah bagi pendatang untuk pertama kali mau melaksanakan shalat, karena di pintu mesjid sudah ada orang yang siap memberi informasi. Biasanya mereka duduk di depan pintu mesjid bila tiba dekat waktu shalat, shalat tarawih,jum’at dan lain-lain. Mereka menggunakan topi haji dan ada tanda pengenal.

No comments:

Post a Comment