Search This Blog

Wednesday, January 11, 2012

Burger King, spaghetti atau Mc. Donald

LONDON

Kota Impian
wembley stadium
bigben
London sebagai kota metropolitan yang dikenal serba mahal, contoh pengalaman kami adalah : WC umum 60 cen, air mineral 500 ml £1, makanan seperti burger-pizza-sandwich-es krim £2-£3, fish and chip-spaghetti £7-£10/porsi, jus buah-kopi-teh-susu-coklat £3-£5, wifi internet di airport £1/10 menit (nilai tukar poundsterling saat saya beli £1= Rp. 14.200). Namun hal itu tak membuat saya dan Reyhan gentar untuk mengunjungi karena kami memiliki ketertarikan pada kota ini walau dengan alasan yang berbeda.
Saya gemar mengikuti perkembangan mode Eropa melalui internet dan yang paling saya sukai adalah ‘fashion street’nya warga London. Apa yang saya suka? Yang saya suka adalah fashion style mereka saat musim dingin. Setelan 3 pieces : t-shirt, skinny jeans dan coat atau jaket adalah favorit saya. Setelan tersebut terlihat  makin ‘nggaya’ setelah dipadankan dengan sepatu boot.
buckingham palace
changing guard
Dalam keseharian saya selalu menggunakan busana tertutup namun tak menyukai busana muslim dengan model konvensional seperti tunik atau ‘baju gombrang’ lainnya yang membuat badan kurus saya makin tertelan karenanya, akhirnya saya cenderung memilih pakaian dengan model yang berkiblat pada gaya jalanan orang Inggris. Hal itu bukan hanya membuat badan saya tampak berisi tapi juga selalu tampil ‘beda’ dengan orang lain. Yang tak kalah penting  adalah faktor kenyamanan dan kesehatan. Menurut ilmu akupunktur, tubuh saya memiliki unsur ‘yin’ lebih dominan daripada ‘yang’ sehingga selalu merasakan dingin sehingga pakaian hangat menjadi jurus jitu untuk menciptakan kondisi homeostatis (keseimbangan) agar tubuh tetap sehat.
Lain halnya dengan Rey, dia memiliki cita-cita melanjutkan sekolah ke luar negeri yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Dia memiliki beberapa alternatif pilihan diantaranya Singapura, New Zealand dan London. Singapura, kami telah kunjungi sehingga terbayang bagaimana situasi Negara tersebut. Dan sekolahnya saat ini yaitu Al Irsyad Satya Islamic School merupakan afiliasi Al Irsyad Singapura sehingga kurikulumnya mengikuti standar Singapura dan berbahasa pengantar ‘english’. Sedangkan New Zealand adalah tempat tinggal papinya sebagai permanent resident di Negara tersebut yang sebelumnya mengambil gelar master lalu bekerja dan kini menetap disana.
penonton changing guard
London menjadi salah satu impian Reyhan setelah saya beri tahu dia bahwa metode belajar di Negara kelahiran pangeran Charles ini fokus pada bidang yang dipilih. Saya mendapat informasi ini dari buku ‘kisah seru & inspiratif para peraih beasiswa mancanegara’ karya Dian Rusdi, Imazahra, dkk. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa program magister di Inggris memerlukan waktu yang lebih singkat di banding Belanda maupun Jerman. Hal ini karena Inggris  memiliki materi belajar yang padat dan fokus pada bidang yang dipilh. Misal Reyhan yang dari sekarang telah terlihat berminat dan selalu memiliki nilai sangat baik di bidang science maka akan fokus pada bidang tersebut.
Jadi kunjungan kami bukan sekedar wisata, tapi juga bertujuan mengenal lingkungan untuk sekolah Reyhan serta tadabur alam ciptaan Allah SWT. Alhamdulillah, hari Sabtu 26 Maret 2011 pesawat Air Asia yang kami tumpangi mendarat dengan selamat di Stansted Airport dan kami disambut oleh cuaca dingin 9 derajat celcius. bbrrr……..
pintu gerbang buckingham palace
TIPS HEMAT :
-          Menggunakan transportasi publik, hindari taksi. Membeli Oyster card dengan zone sesuai kebutuhan
-          Memasak nasi untuk makan malam, breakfast di hotel sehingga hanya makan siang yang harus membeli
-          Membeli makanan, buah dan minuman yang relatif murah di Marks & Spencer . Pilih promo buy 1 get 1 free
-          Memilih hotel dengan lokasi strategis misal dekat dengan station dan free wifi
City Tour, London for free
antri di London Eye
baca peta rute tube
Pagi hari setelah sarapan susu sereal dan roti panggang di hotel (Belgrave house hotel, lokasinya kurang lebih 200 meter dari Victoria coach station), kami bergegas menuju Buckingham Palace untuk menyaksikan penggantian pasukan (changing guard). Sesuai data yang saya kumpulkan sebelumnya, penggantian pasukan akan dimulai pada pukul 10.00. sehingga kami memiliki waktu kurang lebih 2 jam untuk ‘menjelajah’ lingkungan sekitar istana sebelum acara dimulai.
Berjalan kaki menuju istana sambil menikmati udara sejuk kota London di pagi hari merupakan sensasi yang tak bisa kami lupakan hingga kini. Selama perjalanan apa yang saya harapkan yaitu melihat secara langsung fashion street tercapai sudah. Mata saya seolah tak ingin berkedip melihat aneka ragam model, corak juga warna fashion style di sekitar Victoria street. Wanita kulit hitam maupun putih, badan gemuk atau kurus tetap terlihat apik serasi dimata saya dengan balutan skinny jeans, coat, boot, syal, topi dan tote bag yang melengkapi penampilan mereka. “sukaaaaaaaaa” teriak batin saya. Bahkan Rey sempat berkata, “disini banyak orang yang gayanya mirip mami ya”, sambil tertawa kutimpali, “bukan mirip mami tapi selama ini mami yang niru gaya mereka”
Waktu belum menunjukan pukul 10.00 saat kami sampai di istananya ratu Elizabeth sehingga  saya memutuskan untuk terus berjalan menyusuri St James’s Park yang indah dan tak terasa kami sampai di trafalgar square yang letaknya berdekatan dengan museum National Gallery. Trafalgar square adalah alun-alun atau ruang publik yang merupakan salah satu objek wisata di pusat kota London. Alun-alun yang ‘dijaga’ oleh empat patung singa ini awalnya bernama “King William the Fourth’s  Square”. Adalah George Ledwell Taylor  seorang arsitek, yang salah satu karyanya adalah Tower of Hadlow Castle  menyarankan agar nama King William the Fourth’s Square diganti menjadi Trafalgar square untuk mengenang sejarah keberhasilan angkatan laut Inggris dalam Pertempuran Trafalgar pada tahun 1805.
national gallery @trafalgar square
festival coklat @southbank
Tak lama di alun-alun kami kembali menuju istana. Mengambil posisi di barisan terdepan pintu  gerbang sebelah kanan. Posisi tersebut membuat saya bisa leluasa menyaksikan sekaligus mengabadikan seremonial terfavorit di London ini.
Akhirnya waktu yang dinanti tiba. Pengunjung yang datang saat itu saya perkirakan mencapai ribuan orang, semuanya terlihat begitu antusias. Anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan kakek-nenek tumplek blek. Rey juga begitu excited dan gesit merekam dengan handycam seolah tak ingin melewatkan setiap momennya. Bahkan Rey nekat mendekati pasukan berkuda walau akhirnya dihalau petugas keamanan istana dan dihimbau agar dia menjauh hehehe. Lucky my boy….saya sempat mengabadikan kejadian itu dengan kamera saku, jepret…..tertangkap kamera deh tampang Rey bareng salah satu pasukan berkuda dan si petugas keamanan.
London for free yang kami nikmati selain changing guard adalah berjalan menyusuri southbank yang saat itu tengah berlangsung festival coklat sehingga lebih ramai dari hari biasanya. Ada berbagai macam coklat dari berbagai Negara di Eropa dijajakan. Setelah itu kami menuju Westminster Abbey dan bigben yang begitu cantik dengan gaya gothic-nya. Yang paling Rey idamkan adalah melihat secara langsung Wembley stadium yang sekarang bernama New Wembley Stadium. Stadion berkapasitas 90 ribu kursi ini telah beberapa kali mengalami renovasi dan merupakan stadion keramat bagi Inggris yang hanya di gunakan untuk partai-partai penting seperti Final FA Cup dan pertandingan tim nasional Inggris sendiri. Selain stadion sepakbola kami juga melihat langsung lapangan tennis di Wimbledon.
Harga Oyster card untuk transportasi publik (Tube maupun bus):
-          One day travel untuk Reyhan (under 12) seharga £3
-          Oyster card sampai zone 6 seharga £3,6 dan deposit kartu £5
London Eye, melihat London dari ketinggian
buku yg ilang. hikzzz
perjuangan nonton changing guard
Pembelian tiket online yang saya lakukan di tanah air dengan harga promo diskon 10%   menjadikan saya bebas dari antrian di depan ticket office. Kami langsung bergabung dengan antrian pintu masuk ke roda observasi terbesar di dunia ini.
London Eye merupakan tempat wisata favorit, terbukti dikunjungi oleh 3,5 juta orang setiap tahunnya, jumlah ini setara dengan kapasitas 6.680 pesawat Boeing 747-400 yang terisi penuh. Dalam tiap putaran dapat membawa penumpang sebanyak 800 orang. Jumlah kapsulnya 32 buah dimana masing-masing beratnya 10 ton, sedangkan berat totalnya adalah 2.100 ton. Wow……dahsyat beneeeeeer kebayang deh kalo ambruk dan menimpa tubuh mungilku ini, amit-amit jangan sampai terjadi hikzzzz.
Kami berputar selama 30 menit di lingkaran sepanjang 424 km tersebut, Rey awalnya sedikit dihinggapi rasa takut berada di ketinggian 135 meter(posisi puncak), namun lama kelamaan dia tampak bisa menikmati. Melihat kota London dari sini bisa hingga sejauh 40 km dan konon akan lebih indah saat malam hari, namun kami tak punya kesempatan untuk itu sehingga cukup puas dengan memandangnya disiang hari.
Saat turun saya baru sadar telah kehilangan buku panduan yaitu UK Trip karya Matatita, peta tube dan peta kota London (keduanya didapat saat membeli oyster card),  tabel itinerary Euro Trip yang sengaja saya buat untuk memudahkan perjalanan. Saya sempat panik namun “show must go on” batin saya sambil berusaha tenang. Hal ini menjadi pelajaran agar selanjutnya harus meningkatkan ketelitian dan jangan sembarangan menaruh barang apapun (namun Alhamdulillah saya membuat back up data tabel itinerary di USB sehingga perjalanan di hari selanjutnya tidak kesulitan lagi). Akibat kehilangan ini kami nyasar saat kembali ke hotel. Alhamdulillah setelah beberapa lama dengan mengikuti petunjuk serta mengingat jalan saat keberangkatan sampailah kami di hotel.  Pegel dan capek… membuat Rey langsung terkapar hingga tidur pulas.
London eye           Individual Price         Online Advance Price
Adults (16 Plus)              £18.60                               £16.74
Child (4-15 years)           £9.54                                  £8.58
Child (Under 4)               FREE                                   FREE
Senior                                     £15.00                               £13.50
Family of Four                £56.28                                £45.6
Opening times         :    daily 10.00am – 8.30pm
Fashion District
oxford street
shopping @harrods
Akan menyesal rasanya bila saya tidak ke Oxford street sebagai fashion district andalan London. Tampak sepintas distrik ini mirip dengan Orchard roadnya Singapura, bahkan Orchard terasa lebih nyaman. Mungkin karena saat itu sedang ada perbaikan jalan sehingga pedestriannya sedikit kotor dan berantakan. Saya tak lama disini karena memang tak berniat belanja jadi cukup window shopping dan merasakan atmosfirnya saja hehe.
Selain Oxford saya juga mendatangi portobelo market yang tersiar kabar di internet bahwa tempat ini menawarkan aneka ragam barang menarik dengan harga relatif murah. Tapi kenyataannya saya tidak tertarik sama sekali dengan pasar ini selain melampiaskan hasrat keingintahuan saja. Barang yang ditawarkan layaknya Factory Outlet (FO) di Bandung dan saya bukan termasuk penyuka wisata belanja di FO.
Harrods adalah incaran selanjutnya, toko yang awalnya dimiliki oleh Mohamed Al Fayed ini selain menjual barang brand kelas dunia juga memjual macam-macam produk buatan Harrods sendiri. Saya akhirnya ‘jatuh hati’ pada beberapa souvenir dan sebuah handbag mungil dengan bahan dasar kulit asli nan lembut berwarna ungu yang saat itu promo 70% (dasaaaaaar cewek diskon hahahaha).
Kuliner
fish n chip, yummy.....
belgrave house hotel
Fish and Chip adalah menu favorit saya selama tinggal 2 hari/2 malam di London. Kalau Rey lebih memilih Burger King, spaghetti atau Mc. Donald. Pilihan makanan ini bila kami sedang berada di luar hotel, karena di malam hari saya selalu memasak nasi (membawa bekal beras dan travel rice cooker) dengan lauk abon, sambal botol dan mie instant. Selain itu kami juga selalu minum susu dan vitamin untuk menjaga stamina mengingat perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.
Untuk kecukupan nutrisi saya membeli buah di Marks & Spencer, karena harganya relatif lebih murah di banding toko lainnya di sekitar Victoria street yang kami temui.
Serba-serbi menjelang pernikahan pangeran William dan Kate Middleton
oyster card
waterloo bus stop
Hampir semua toko penjual souvenir terlihat memajang berbagai barang yang bergambar pangeran William dan Kate. Mulai kalender, mug, baki, gantungan kunci, tempelan kulkas, jam, dan lain-lain. Hal ini menandakan betapa warga sangat menantikan dan turut memeriahkan pernikahan agung ahli waris takhta urutan kedua yang akan digelar pada 29 April 2011 itu. Saya sempat berbincang dengan salah satu penjual souvenir, dia mengatakan bahwa warga Inggris khususnya London memang sangat menantikan acara tersebut dan akan turut mendukung serta mensukseskannya, karena mereka sangat menghormati dan mencintai keluarga istana terlepas dari apa yang terjadi pada orang tua pangeran William yaitu Pangeran Charles dan putri Diana dengan skandal cintanya masing-masing. Sungguh loyalitas yang layak diacungi jempol. Hmmm….saya jadi ikut mbatin semoga pernikahan mereka lancar dan langgeng selamanya (sambil menahan cemburu pada Kate yang berhasil menggaet sang pangeran yang guanteeeeeeng itu hehehe).
Pembelajaran untuk Reyhan :
-          Mengenal lingkungan (sosial, budaya, ekonomi)  kota dimana dia ingin melanjutkan sekolahnya kelak
-          Membaca peta kota London, peta rute Tube dan bus untuk mengasah kemampuannya dalam pengambilan keputusan
-          Belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris langsung dinegaranya. Reyhan tak pernah saya temani saat membeli apapun keinginanya. Misal membeli makanan atau pergi ke Toilet, agar dia bisa mempraktekkan bahasa yang dia pakai tiap hari di sekolahnya

No comments:

Post a Comment